Balai Arkeologi Papua Gelar Rumah Peradaban Bagi Pelajar
Balai Arkeologi Papua menyosialisasikan tinggalan nilai-nilai sejarah
kepada seratusan pelajar SMP dan SMA/SMK se-Kabupaten Jayapura, di situs
Tugu Mc Arthur sebagai rumah peradaban.
Kepala Balai Arkeologi
Papua I Made Sudarmika di Jayapura, Kamis, mengatakan kegiatan itu
digelar pada Kamis pagi hingga sore di halaman situs Tugu Mc Arthur,
Rindam XVII/Cenderawasih, Sentani, Kabupaten Jayapura.
"Sosialisasi
atau penyuluhan tentang rumah peradaban ini adalah sejenis kegiatan
baru yang diprogramkan secara nasional, dan Balai Arkeologi Papua
sebagai pelaksana teknis dari Kemendikbud di bidang arkeologi,
melaksanakan kegiatan ini dengan tujuan supaya anak-anak didik ini tahu
nilai-nilai tinggalan sejarah," katanya.
Menurut dia, para
peserta yang merupakan pelajar SMP dan SMA/SMK di Kabupaten Jayapura
sejak dini sudah harus diperkenalkan tentang sejarah yang ada di
sekitarnya sehingga bisa memberikan gambaran dan pemahaman tentang masa
silam.
"Saya selaku pemateri memberikan pemahaman kepada pelajar
sebagai generasi masa depan, bagaimana nilai-nilai dari sejarah masa
lalu yang bisa kita terapkan, kita pakai, kita teladani untuk membangun,
baik jati diri atau pun karakter maupun hal-hal lain yang sifatnya
sosial, itu tujuan dari kegiatan ini," katanya.
Mengenai
pemilihan situs Tugu McArthur sebagai rumah peradaban yang
disosialisasikan kepada kaum muda, kata mantan Kepala Balai Arkelogi
Makasar itu, lebih karena tempatnya yang mudah dijangkau, pemandangan
yang indah dan tentunya memiliki nilai sejarah.
"Ini memang
pertama sebagai tempat bersejarah, masyarakat Sentani dan Papua, tahu
bahwa ini merupakan tempat bersejarah. Juga salah satu spot sejarah yang
tidak bisa kita lupakan sebagai salah satu tempat pendaratan dan markas
Jenderal Mc Arthur di sini," katanya.
Selain itu, kami mencoba
mempromosikan kepada generasi muda agar mencintai tempat ini. Termasuk,
sebagai pembelajaran sejarah dan objek wisata. Ini tempatnya sangat
strategis sekali untuk bersantai, menikmati alam yang begitu tenang.
Kira-kira itulah salah satu tujuan kami sebagai pengembang rumah
peradaban," ujarnya.
Dalam pemaparan di hadapan seratusan pelajar
SMP dan SMA/SMK dari Kabupaten Jayapura itu, alumnus Universitas
Udayana Bali itu katakan bahwa ia menjelaskan soal sejarah situs Tugu Mc
Arthur.
"Pertama saya menggali dan menjelaskan sejarah yang ada
di sini, bagaimana bangsa asing sendiri mau ke sini, mau menikmati alam
kita. Maka kita harus pintar-pintar kelola alam ini yang sangat luar
biasa, yang bisa dikembangkan bersama untuk peningkatan ekonomi," kata I
Made Sudarmika.
Sementara itu, ketua panitia pelaksana giat
rumah peradaban Suba'ir Mafsud mengatakan pihaknya melibatkan 10
sekolah, lima sekolah tingkat menengah dan lima sekolah tingkat atas
atau kejuruan.
"Ada SMA Negeri I Sentani, SMK Negeri Sentani dan
SMP Negeri 7 Sentani. Tujuan lain dari kegiatan ini untuk membangun
karakter anak bangsa agar tidak melupakan peradaban sekitar mereka
sendiri dan tidak cepat terpengaruh budaya luar," katanya.
"Ke
depan hal ini akan terus kami lakukan, juga ditingkat pelajar di daerah
lain dengan harapan mereka tahu sejarah sekitarnya," kata alumnus
Universitas Hasanudin 2006 itu.
Sumber: Republika.co.id

0 Komentar